LajuPoker.Info - Sella adalah seorang dokter muda yang baru saja menamatkan pendidikan dokternya pada sebuah universitas ternama di Jakarta. Sebagaimana dokter baru ia harus menjalani masa ptt pada sebuah desa di daerah itu. Orang tua dan tunangannya keberatan jika Sella melaksanakan ptt di daerah itu, selain jauh dari kotanya dan daerah itu masih terbelakang dan terisolir. Orang tua Sella sangat keberatan dan ia mengupayakan agar Sella ditempatkan pada daerah yang dekat dan tidak terisolir itu. Upaya orang tuanya ini gagal karena telah menjadi keputusan instansi pusat dan tidak dapat di batalkan.
Leo tunangannya adalah seorang pria yang telah memiliki kehidupan yang mapan pada sebuah tempat kuliah, selain itu ia anak dari sahabat ayah Sella. Selama mereka pacaran hanya diisi dengan makan malam dan kadang nonton. Mereka berdua tidak pernah melakukan hal yang bertentanggan dengan adat dan agama, sebab masing-masing menyadari suatu saat akan mendapatkannya juga nantinya.
Perjalanan dari kota sella ke desa itu memakan waktu 1 hari perjalanan ditambah jalan yang amat rusak dan setapak, Sella di antar oleh Ayahnya dan Leo. Didesa itu Sella di sambut oleh perangkat desa dan kepala dusun. Dengan sedikit acara, barulah Sella resmi bertugas. Besoknya ayah Sella dan Leo pulang ke kota setelah mengigatkan Sella untuk berhati-hati.LajuPoker
Hari pertama bertugas, Sella dibantu oleh kader kesehatan yang bertugas penunjuk jalan. Sella menempati salah satu rumah milik kepala dusun yang bernama pak Joni. Pak Joni amat disegani dan ia termasuk orang kaya didesa itu. Umurnya sekitar 67 tahun dan memiliki 5 orang istri. Pak Joni sering meminjamkan sepeda motornya kepada Sella untuk tugas-tugasnya, kadang-kadang ia sendiri yang memboncengi Sella saat Sella ingin ke desa sebelah. Bagi Sella keberadaan Pak Joni ini amat membantunya di saat ia hampir putus asa melihat lingkungan desa yang hanya terdiri dari hutan dan jalan yang hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor.
Poker Freechip Indonesia
Karena sering diantar kedesa desa lainnya, tanpa disadari oleh Sella. pak Anthony menaruh rasa ingin memiliki Sella dari Dalam diri pak Joni, apalagi jika dalam berboncengan seringkali dada Sella yang montok itu bersentuhan dengan punggung pak Joni. Sebagai laki-laki normal iapun merasakan ingin yang lebih jauh lagi. Sella merasa ia tak bisa bertugas jika tanpa dibantu pak Joni.
Suatu hari saat pulang dari desa tetangga, mereka kehujanan dan hari saat itu hujan turun dengan derasnya.Lalu dengan buru-buru pak Joni mempercepat kendaraannya , secara otomatis Sella memegang pinggang pak Joni dengan erat dan dalam suasana itu pak Joni dapat merasakan kehangatan dan sentuhan dada Sella dengan nyata. Lalu mereka sampai di kediaman Sella yang juga rumah milik pak Joni. Sesampai didalam rumah, Sella masuk kekamar dan mengganti pakaiannya dengan kimono handuk, sedang pak Joni ia pinjami handuk untuk ganti pakainan yang basah itu.
Saat Sella berganti pakaian tadi pak Joni mengintipnya dari celah pintu kamar itu. Jakunnya naik turun karena melihat kehalusan dan kemulusan kulit tubuh Sella seluruhnya. Dengan langkah pasti ia duduk di ruang tengah rumah itu karena diluar hari hujan.
“Wah, hujannya deras sekali pak.” kata Sella,
“Bagaimana jika nginap disini saja pak.”
“Ooooo.. terima kasih bu. Kalau hujan reda saya akan pulang…” terang pak Joni.
“Baiklah pak…” jawab Sella.
Lalu Sella kedapur dan membuatkan kopi untuk pak Joni.
“Pak, ini kopinya ..”.
“Wah kopi… bisa begadang saya malam ini bu.”
“O.. ya.. pak .. apa perlu saya ganti dengan teh hangat?” jawab Sella.
“Ohh… nggak usah bu. ini juga nggak apa.” timpal pak Joni, sambil memandang kearah Sella.
Hingga saat ini hujan belum reda dan pak Joni terpaksa nginap di rumah Sella. Sella terus menemani paka Joni ngobrol tentang pekerjaan hingga rencana ia akan menikah. Pak Joni mendengarnya dengan penuh perhatian dan sesekali mencuri pandang dada Sella. Sella tak enak hati jika ia meninggalkan pak Joni sendirian malam itu karena pak Joni telah banyak membantunya. Sedangkan matanya mulai ngantuk. dan hiburan di rumah tidak ada karena tidak adanya jaringan televisi. Melihat Sella yang mulai ngantuk itu lalu pak Joni menyuruh Sella tidur duluan.
“Bu, tidur aja dulu biar saya diluar sini.”
“Wah saya nggak enak ni pak masa bapak saya tinggal.” Sella memaksakan dirinya untuk terus ngobrol hingga jam menunjukan pukul 23.00 wib yang kalau didesa itu telah larut ditambah hujan deras.
Dari tadi pak Joni terus memperhatikan Sella karena suasana malam itu membuatnya ingin mengambil kesempatan terhadap Sella dengan tidak menampakkan keinginannya.
Padahal saat itu tanpa di sadari Sella, pak Joni telah duduk disampingnya.
“Bu… Sella.., dingin ya ..” kata pak Joni.
“Iya pak…,” sahut Sella.. dengan pasti pak Joni, meraih tangan
Sella…
“Saya pegang tangan ibu ya.., biar dinginnya hilang….” bisik Pak Joni.
Sella pun membiarkan pak Joni meraih tangannya, memang ada hawa hangat yang ia rasakan. Lalu pak Joni melingkarkan tangannya di bahu Sella dan mengelus balik telinga Sella, padahal itulah daerah sensitif Sella. Kepala July lalu rebah di bahu pak Joni dan seperti sepasang kekasih pak Joni terus meransang daerah peka di tengkuk dan bahu Sella.
Sella pun meresapi usapan dan elusan lembut laki-laki yang seusia dengan ayahnya itu, matanya hanya merem melek. Mungkin karena suasana dan cuaca yang dingin membuat Sella membiarkan tindakan Joni itu. Pak Joni lalu berdiri, dan menarik tangan Sella hingga berdiri. Sella menurut, lalu ia tuntun kekamar yang dan menyilahkan Sella berbaring.
Situs Poker Terpercaya
“Bu, tampaknya ibu capai.” .
“Iya pak..”.
Pak Joni keluar kamar dan mengunci pintu rumah dan memeriksa jendela, lalu ia masuk kekamar Sella sambil menguncinya dari dalam. Ia sudah tidak sabar ingin Ngewe dengan Sella yang telah menjadi obsesinya selama ini.
Pak Joni berjalan kearah Sella, yang saat itu duduk ditepian ranjang.
“Pak.. kok di kunci?”.
“Biasalah bu, jika malam hujan begini kan biar hawa dingin nggak masuk…” jawab pak Joni.
“Bagaimana bu apa masih Dingin?” tanyanya.
“Iya pak…” angguk Sella.
“Baiklah bu bagaimana jika saya pijitin kepala ibu itu biar segar.” kata pak Joni
“Silahkan pak…”.
Lalu Sella duduk membelakangi pak Joni tanpa buang waktu pak joni pun langsung ke ranjang dan memijit kepala dan tengkuk Sella. Padahal yang dilakukannya adalah meransang Sella. Sebagai laki-laki berpengalaman tidaklah susah bagi Pak Joni untuk menaklukkan Sella, yang belum begitu tau tentang dunia sex dan laki-laki.
Dengan gerakan lembut dan pasti usapan tangannya mulai dari tengkuk hingga balik telinga Sella.
Sella … menutup matanya menikmati setiap gerakan tangan pak Joni. Dari dekat pak Joni dapat merasakan dan menikmati kehalusan kulit Sella. Lama kelamaan pijitan Joni telah turun ke punggung dan diluar kesadaran Sella kimononya telah turun dari bahunya dan yang tinggal hanya Bh yang menutup payudaranya. Bh itupun dengan kelincahan tangan pak Joni jatuh dan sempat dilihat oleh Joni berukuran 34b. Langsung dengan gesit tangan pak Joni meremas payudara Sella. Sella sadar dan menahan gerakan tangan Joni..
“Sudah pak…, jangan lagi pak…” sambil memakai kimononya kembali sedang bhnya telah terjatuh.
Pak Joni kaget dan ia memandang mata Sella, ada nafsu tertahan, namun ia harus mulai memasang strategi agar Sella, kembali bisa ia kuasai.
“Maaf bu.., kalau tadi saya lancang.” kata pak Joni.
Sella diam saja. Saat itu pak Joni hanya selangkah lagi bisa mengusai Sella. Lalu pak Joni berjalan keluar tinggalkan Sella. Kemudian ia balik lagi kekamar itu, dan duduk disamping Sella,
“Bu…, apa ibu marah?”
“Tidak pak, sayalah yang salah. Padahal selama saya pacaran dan tunangan belum pernah seperti ini.”
Joni manggut-manggut mendengar perkataan Sella.
Cuaca malam itu tetap hujan deras dan dingin menusuk tulang, pak Joni mengerti jika Sella khawatir sebab ia masih perawan, namun tekadnya sudah bulat bahwa malam ini iya harus ngentot dengan Sella.
Dalam kebisuan sikap Sella saat itu, Joni kembali meraih tangan Sella dan menciumnya, Sella diam membisu, lalu pak Joni memeluk Sella dan tidak ada penolakan dari Sella, Rupanya Sella dari tadi sudah bangkit birahinya namun karena ingat akan statusnya maka ia menolak Joni. Dijari Sella memang melingkar cincin tunangan dan Joni tidak memperdulikannya.
Dengan kelihaiannya, kembali Sella larut dalam pelukan dan alunan nafsu yang di pancarkan laki-laki desa itu. Sekali sentak maka terbukalah kimono Sella, hingga terbuka mempertontonkan seluruh kulit tubuhnya yang mulus itu, tanpa bisa ditolak Sella. Dengan penuh nafsu pak Joni memilin dan membelai dada putih itu hingga memerah dan dengan mulutnya ia gigit putingnya. Keringat telah membasahi tubuh Sella dan membuatnya pasrah kepada pak Joni.
Sebelah tangan Joni turun dan merongoh cd Sella dan memasuki memek yang telah basah. Lalu ia baringkan tubuh Sella. Ia amat bernafsu sekali melihat belahan Memek Sella yang tertutup oleh sedikit bulu halus.
Pak Joni pun lalu membuka baju dan cdnya, hingga mereka sama-sama bugil diatas ranjang. Penis Joni amat panjang dan besar. Sella saat itu tidak tahu apa-apa lagi.
Pak Joni pun lalu membuka kedua kaki Sella dan mengarahkan penisnya kebelahan Memek Sella.
Beberapa kali meleset, hingga dengan hati-hati ia angkat kedua kaki Sella yang panjang itu kebahunya, dan barulah ia bisa memasukan kepala penisnya.
“Aduhhhhhh pak.. aughhhhghhhhh… ghhh… sakit pak…” rintih Sella. Pak Joni lalu menarik penisnya kembali. Lalu ia beri air ludah ke pinggiran lobang memek biar lancar. Kemudian ia ulangi memasukan penisnya. Dengan hati2 ia dorong masuk dan kepala penis masuk…
“Auuuuuggggkkkk…” jerit Sella.
“Sebentar ...say…” kata Joni.
“Nanti juga hilang sakitnya say....…” terangnya lagi.
Sekali hentak maka seluruh penisnya masuk dan ia maju mundurkan dengan tempo pelan dan lembut. Sella menggigit bibir bawahnya menahan rasa nyilu dan sakit saat penetrasi tadi. Pak Joni telah berhasil merobek selaput dara Sella, hingga kelihatan tetesan darah di paha mulus Sella dan membasahi sprey yang kusut.
Tangan Joni pun terus memilin payudara Sella dan kembali menahan pinggul Sella. Kurang lebih 20 menit ia menusuk dan mengoyang penisnya kedalam memek Sella dan Sella telah dua kali orgasme, "akh.....ah.....Oh....mantap memek kamu say......" Joni memuntahkan spermanya didalam rahim Sella. lalu ia tetap diam diatas tubuh Sella. tubuh putih mulus Sella berada dibawah tubuh pak Joni yang masih meremas toket dan mencium bibir serta menjilat lidah Sella. Kedua tubuh manusia itu penuh keringat. Di sudut mata Sella ada air mata karena keperawanannya telah hilang bukan karena tunangannya tapi oleh laki-laki tua itu.
Ia tidak punya pilihan lain karena telah terlanjur di setubuhi Pak Joni. Hingga menjelang pagi pak Joni ngentot dengan Sella, sehingga Sella merasakan kenikmatan dan mengetahui rahasia dalam permaianan dewasa. Sella sanggat menikmati dan terbelenggu oleh gairah dan nafsu yang di berikan pak Joni.
Bagaikan istri yang ke enam buat Joni, Sella selalu di entot pagi, siang, malam bahkan kadang Sella yang meminta di entot dan berlanjut hingga selesai masa ptt nya

























