Nikmatnya Ngentot Dengan Adik Temanku

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ngewe Dengan Istri Bosku

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Ketagihan Ngewe Pramugari Cantik

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kisah Ku Saat Ngesex Bersama Kamu

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Nikmatnya Di Perkosa Rekan Suamiku

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Bandar Poker online Terpercaya


Agen SBOBET Piala Dunia 2018

Sunday, November 5, 2017

Ngentot Dengan Dokter Muda Yang Perawan

Ngentot Dengan Dokter Muda Yang Perawan


LajuPoker.Info - Sella adalah seorang dokter muda yang baru saja menamatkan pendidikan dokternya pada sebuah universitas ternama di Jakarta. Sebagaimana dokter baru ia harus menjalani masa ptt pada sebuah desa di daerah itu. Orang tua dan tunangannya keberatan jika Sella melaksanakan ptt di daerah itu, selain jauh dari kotanya dan daerah itu masih terbelakang dan terisolir. Orang tua Sella sangat keberatan dan ia mengupayakan agar Sella ditempatkan pada daerah yang dekat dan tidak terisolir itu. Upaya orang tuanya ini gagal karena telah menjadi keputusan instansi pusat dan tidak dapat di batalkan.

Leo tunangannya adalah seorang pria yang telah memiliki kehidupan yang mapan pada sebuah tempat kuliah, selain itu ia anak dari sahabat ayah Sella. Selama mereka pacaran hanya diisi dengan makan malam dan kadang nonton. Mereka berdua tidak pernah melakukan hal yang bertentanggan dengan adat dan agama, sebab masing-masing menyadari suatu saat akan mendapatkannya juga nantinya.

 Perjalanan dari kota sella ke desa itu memakan waktu  1 hari perjalanan ditambah jalan yang amat rusak dan setapak, Sella di antar oleh Ayahnya dan Leo. Didesa itu Sella di sambut oleh perangkat desa dan kepala dusun. Dengan sedikit acara, barulah Sella resmi bertugas. Besoknya ayah Sella dan Leo pulang ke kota setelah mengigatkan Sella untuk berhati-hati.LajuPoker

Hari pertama bertugas, Sella dibantu oleh kader kesehatan yang bertugas penunjuk jalan. Sella menempati salah satu rumah milik kepala dusun yang bernama pak Joni. Pak Joni amat disegani dan ia termasuk orang kaya didesa itu. Umurnya sekitar 67 tahun dan memiliki 5 orang istri. Pak Joni sering meminjamkan sepeda motornya kepada Sella untuk tugas-tugasnya, kadang-kadang ia sendiri yang memboncengi Sella saat Sella ingin ke desa sebelah. Bagi Sella keberadaan Pak Joni ini amat membantunya di saat ia hampir putus asa melihat lingkungan desa yang hanya terdiri dari hutan dan jalan yang hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor.

Poker Freechip Indonesia


Karena sering diantar kedesa desa lainnya, tanpa disadari oleh Sella. pak Anthony menaruh rasa ingin memiliki Sella dari Dalam diri pak Joni, apalagi jika dalam berboncengan seringkali dada Sella yang montok itu bersentuhan dengan punggung pak Joni. Sebagai laki-laki normal iapun merasakan ingin yang lebih jauh lagi. Sella merasa ia tak bisa bertugas jika tanpa dibantu pak Joni.

Suatu hari saat pulang dari desa tetangga, mereka kehujanan dan hari saat itu hujan turun dengan derasnya.Lalu dengan buru-buru pak Joni mempercepat kendaraannya , secara otomatis Sella memegang pinggang pak Joni dengan erat dan dalam suasana itu pak Joni dapat merasakan kehangatan dan sentuhan dada Sella dengan nyata. Lalu mereka sampai di kediaman Sella yang juga rumah milik pak Joni. Sesampai didalam rumah, Sella masuk kekamar dan mengganti pakaiannya dengan kimono handuk, sedang pak Joni ia pinjami handuk untuk ganti pakainan yang basah itu.

Saat Sella berganti pakaian tadi pak Joni mengintipnya dari celah pintu kamar itu. Jakunnya naik turun karena melihat kehalusan dan kemulusan kulit tubuh Sella seluruhnya. Dengan langkah pasti ia duduk di ruang tengah rumah itu karena diluar hari hujan.
“Wah, hujannya deras sekali pak.” kata Sella,
“Bagaimana jika nginap disini saja pak.”
“Ooooo.. terima kasih bu. Kalau hujan reda saya akan pulang…” terang pak Joni.
“Baiklah pak…” jawab Sella.
Lalu Sella kedapur dan membuatkan kopi untuk pak Joni.
“Pak, ini kopinya ..”.
“Wah kopi… bisa begadang saya malam ini bu.”
“O.. ya.. pak .. apa perlu saya ganti dengan teh hangat?” jawab Sella.
“Ohh… nggak usah bu. ini juga nggak apa.” timpal pak Joni, sambil memandang kearah Sella.

Hingga saat ini hujan belum reda dan pak Joni terpaksa nginap di rumah Sella. Sella terus menemani paka Joni ngobrol tentang pekerjaan hingga rencana ia akan menikah. Pak Joni mendengarnya dengan penuh perhatian dan sesekali mencuri pandang dada Sella. Sella tak enak hati jika ia meninggalkan pak Joni sendirian malam itu karena pak Joni telah banyak membantunya. Sedangkan matanya mulai ngantuk. dan hiburan di rumah tidak ada karena tidak adanya jaringan televisi. Melihat Sella yang mulai ngantuk itu lalu pak Joni menyuruh Sella tidur duluan.
“Bu, tidur aja dulu biar saya diluar sini.”
“Wah saya nggak enak ni pak masa bapak saya tinggal.” Sella memaksakan dirinya untuk terus ngobrol hingga jam menunjukan pukul 23.00 wib yang kalau didesa itu telah larut ditambah hujan deras.

Dari tadi pak Joni terus memperhatikan Sella karena suasana malam itu membuatnya ingin mengambil kesempatan terhadap Sella dengan tidak menampakkan keinginannya.
Padahal saat itu tanpa di sadari Sella, pak Joni telah duduk disampingnya.
“Bu… Sella.., dingin ya ..” kata pak Joni.
“Iya pak…,” sahut Sella.. dengan pasti pak Joni, meraih tangan
Sella…
“Saya pegang tangan ibu ya.., biar dinginnya hilang….” bisik Pak Joni.

Sella pun membiarkan pak Joni meraih tangannya, memang ada hawa hangat yang ia rasakan. Lalu pak Joni melingkarkan tangannya di bahu Sella dan mengelus balik telinga Sella, padahal itulah daerah sensitif Sella. Kepala July lalu rebah di bahu pak Joni dan seperti sepasang kekasih pak Joni terus meransang daerah peka di tengkuk dan bahu Sella.

Sella pun meresapi usapan dan elusan lembut laki-laki yang seusia dengan ayahnya itu, matanya hanya merem melek. Mungkin karena suasana dan cuaca yang dingin membuat Sella membiarkan tindakan Joni itu. Pak Joni lalu berdiri, dan menarik tangan Sella hingga berdiri. Sella menurut, lalu ia tuntun kekamar yang dan menyilahkan Sella berbaring.

Situs Poker Terpercaya


“Bu, tampaknya ibu capai.” .
“Iya pak..”.
Pak Joni keluar kamar dan mengunci pintu rumah dan memeriksa jendela, lalu ia masuk kekamar Sella sambil menguncinya dari dalam. Ia sudah tidak sabar ingin Ngewe dengan Sella yang telah menjadi obsesinya selama ini.

Pak Joni berjalan kearah Sella, yang saat itu duduk ditepian ranjang.
“Pak.. kok di kunci?”.
“Biasalah bu, jika malam hujan begini kan biar hawa dingin nggak masuk…” jawab pak Joni.
“Bagaimana bu apa masih Dingin?” tanyanya.
“Iya pak…” angguk Sella.

“Baiklah bu bagaimana jika saya pijitin kepala ibu itu biar segar.” kata pak Joni
“Silahkan pak…”.
Lalu Sella duduk membelakangi pak Joni tanpa buang waktu pak joni pun langsung ke ranjang dan memijit kepala dan tengkuk Sella. Padahal yang dilakukannya adalah meransang Sella. Sebagai laki-laki berpengalaman tidaklah susah bagi Pak Joni untuk menaklukkan Sella, yang belum begitu tau tentang dunia sex dan laki-laki.

Dengan gerakan lembut dan pasti usapan tangannya mulai dari tengkuk hingga balik telinga Sella.
Sella … menutup matanya menikmati setiap gerakan tangan pak Joni. Dari dekat pak Joni dapat merasakan dan menikmati kehalusan kulit Sella. Lama kelamaan pijitan Joni telah turun ke punggung dan diluar kesadaran Sella kimononya telah turun dari bahunya dan yang tinggal hanya Bh yang menutup payudaranya. Bh itupun dengan kelincahan tangan pak Joni jatuh dan sempat dilihat oleh Joni berukuran 34b. Langsung dengan gesit tangan pak Joni meremas payudara Sella. Sella sadar dan menahan gerakan tangan Joni..

“Sudah pak…, jangan lagi pak…” sambil memakai kimononya kembali sedang bhnya telah terjatuh.

Pak Joni kaget dan ia memandang mata Sella, ada nafsu tertahan, namun ia harus mulai memasang strategi agar Sella, kembali bisa ia kuasai.

“Maaf bu.., kalau tadi saya lancang.” kata pak Joni.
Sella diam saja. Saat itu pak Joni hanya selangkah lagi bisa mengusai Sella. Lalu pak Joni berjalan keluar tinggalkan Sella. Kemudian ia balik lagi kekamar itu, dan duduk disamping Sella, 

“Bu…, apa ibu marah?”
“Tidak pak, sayalah yang salah. Padahal selama saya pacaran dan tunangan belum pernah seperti ini.” 
Joni manggut-manggut mendengar perkataan Sella.

Cuaca malam itu tetap hujan deras dan dingin menusuk tulang, pak Joni mengerti jika Sella khawatir sebab ia masih perawan, namun tekadnya sudah bulat bahwa malam ini iya harus ngentot dengan Sella.

Dalam kebisuan sikap Sella saat itu, Joni kembali meraih tangan Sella dan menciumnya, Sella diam membisu, lalu pak Joni memeluk Sella dan tidak ada penolakan dari Sella, Rupanya Sella dari tadi sudah bangkit birahinya namun karena ingat akan statusnya maka ia menolak Joni. Dijari Sella memang melingkar cincin tunangan dan Joni tidak memperdulikannya.

Dengan kelihaiannya, kembali Sella larut dalam pelukan dan alunan nafsu yang di pancarkan laki-laki desa itu. Sekali sentak maka terbukalah kimono Sella, hingga terbuka mempertontonkan seluruh kulit tubuhnya yang mulus itu, tanpa bisa ditolak Sella. Dengan penuh nafsu pak Joni memilin dan membelai dada putih itu hingga memerah dan dengan mulutnya ia gigit putingnya. Keringat telah membasahi tubuh Sella dan membuatnya pasrah kepada pak Joni.

Sebelah tangan Joni turun dan merongoh cd Sella dan memasuki memek yang telah basah. Lalu ia  baringkan tubuh Sella. Ia amat bernafsu sekali melihat belahan Memek Sella yang tertutup oleh sedikit bulu halus.

Pak Joni pun lalu membuka baju dan cdnya, hingga mereka sama-sama bugil diatas ranjang. Penis Joni amat panjang dan besar. Sella saat itu tidak tahu apa-apa lagi.

Pak Joni pun lalu membuka kedua kaki Sella dan mengarahkan penisnya kebelahan Memek Sella.

Beberapa kali meleset, hingga dengan hati-hati ia angkat kedua kaki Sella yang panjang itu kebahunya, dan barulah ia bisa memasukan kepala penisnya.

“Aduhhhhhh pak.. aughhhhghhhhh… ghhh… sakit pak…” rintih Sella. Pak Joni lalu menarik penisnya kembali. Lalu ia beri air ludah ke pinggiran lobang memek  biar lancar. Kemudian ia ulangi memasukan penisnya. Dengan hati2 ia dorong masuk dan kepala penis masuk…

“Auuuuuggggkkkk…” jerit Sella.
“Sebentar ...say…” kata Joni.
“Nanti juga hilang sakitnya say....…” terangnya lagi.

Sekali hentak maka seluruh penisnya masuk dan ia maju mundurkan dengan tempo pelan dan lembut. Sella menggigit bibir bawahnya menahan rasa nyilu dan sakit saat penetrasi tadi. Pak Joni telah berhasil merobek selaput dara Sella, hingga kelihatan tetesan darah di paha mulus Sella dan membasahi sprey yang kusut.

Tangan Joni pun terus memilin payudara Sella dan kembali menahan pinggul Sella. Kurang lebih 20 menit ia menusuk dan mengoyang penisnya kedalam memek Sella dan Sella telah dua kali orgasme, "akh.....ah.....Oh....mantap memek kamu say......" Joni memuntahkan spermanya didalam rahim Sella. lalu ia tetap diam diatas tubuh Sella. tubuh putih mulus Sella berada dibawah tubuh pak Joni yang masih meremas toket dan mencium bibir serta menjilat lidah Sella. Kedua tubuh manusia itu penuh keringat. Di sudut mata Sella ada air mata karena keperawanannya telah hilang bukan karena tunangannya tapi oleh laki-laki tua itu.

Ia tidak punya pilihan lain karena telah terlanjur di setubuhi Pak Joni. Hingga menjelang pagi pak Joni ngentot dengan Sella, sehingga Sella merasakan kenikmatan dan mengetahui rahasia dalam permaianan dewasa. Sella sanggat menikmati dan terbelenggu oleh gairah dan nafsu yang di berikan pak Joni.

Bagaikan istri yang ke enam buat Joni, Sella selalu di entot pagi, siang, malam bahkan kadang Sella yang meminta di entot dan berlanjut hingga selesai masa ptt nya

Friday, November 3, 2017

Pengalaman Ngewe Dengan Pacar Sahabatku

Pengalaman Ngewe Dengan Pacar Sahabatku


LajuPoker.Info - Hingga terkadang kalo aku ngebayangin maka aku sungguh ingin mengulanginya kembali, ok lah kalo begitu langsung aj ya, kenalin dulu ya nama Aku Ronny, rada malu juga sih, tapi klo di pikir2 gila juga aku ya, jadi aku punya cewek, cewek aku punya sahabat, nah sahabat cewek aku itu punya cowok, cowoknya itu 1 kontrakan sama aku…

Inget banget kejadiannya hari minggu pas aku lagi molor tiba2 cewek aku telp minta ambilin baju hem putih di rumah Rina buat di pake besok, cewek aku lagi di rumah tantenya di luar kota, ya udah segeralah aku mandi, pas mau berangkat temen aku telp minta tolong ambilin ATMnya dia di rina (Ceweknya) trus tranferin duit ke no rek yg dia kasih)..LajuPoker

Sampe di Rumah Rina aku langsung kaget, Rina bukain pintu pake daster terusan Transparan, dalem Hati aku.. Gila… mantab amat… (masih sadar klo itu pacarnya temen, temennya pacar), aku di suruh masuk ke ruang tamu.

“Sendirian? “ tanya Rina.

“ Iya” Sambil ngeliat keluar, sumpah aku risih banget ngeliat dia.

“Baru bangun tidur Rin? “ aku nanya ke Rina.

“ Iya, Habis binggung mau ngapain, Orang rumah pada ke Luar kota”.

“ Blom mandi ya?” aku sambil tersenyum.

“hehehehe iya” Rina ketawa-ketawa “Habis yg dateng kamu, klo artis baru dah mandi dulu”.

“ah sial,hahaha “ aku ketawa-ketawa.

Poker Freechip Indonesia


“Bentar ya aku ambilin bajunya, sama ATMnya Anto (Cowoknya)” sambil berdiri “Oya mau minum apa?”.

“Apa aja Rin”.

Pas Rina kedalem aku melihat isi buku kuliahnya Rina di rak bukunya dia, tiba2 ada yg jatuh.. pas aku ambil ternyata kondom masih utuh belum di buka segelnya. Wihh.. aku kaget.. trus tiba2 Rina dateng sambil bawain minum.


“Hayooo liat apaan?” Rina tersenyum.

“Liat buku kamu ini lho.. nemu ginian” Aku tunjukin barang temuan aku..

“Oalah.. itu punyanya Anto”.

“Emang habis ngapain?” Aku pura2 bego aja.

“Ya kamu tau sendiri lah” Rina jawab sambil duduk dan naro minuman di meja.

Aku sama Rina langsung sharing tentang pengalaman ML kita.… sumpah aku baru kali ini sharing masalah beginian sama cewek, lama kelamaan sharing si titong naek juga apalagi ngeliat badannya Rina yg mantab itu sambil ngebayangin..

“ Wah.. kamu Horny ya Ron” Rina ketawa-ketawa sambil ngeliatin titong aku.

“hehehehe” aku salah tingkah “Gila Rin ngebayangin kamu di pake Anto ga tahan juga”.

“ aku sebenernya ngebayangin kamu sama Nita (cewek aku) juga lho” Rina ketawa-ketawa.

“ga pengen maen sama aku Rin” aku masang muka ngarep.

“Gila aja kamu, klo Nita tau gimamna, Anto tau juga mati aku” muka Rina mulai serius..

“ Rahasia kita berdua Rin, aku Horny bgt nih, kamu juga khan lama ga di servis” aku nganggep ini masih becandaan aja.

“ emang kamu ga jijik, aku belum mandi lho”.

“ ga apa apa, aku seneng sama bau kamu”.

Hal gila yang aku lakuin, aku cium aja langsung bibirnya, Rina ngebales ciuman aku, aku masukin lidah aku ke dalem, Rina ternyata jago banget ciumannya, aku aja sampe megap megap kagak bisa napas.
“Ke kamar aja yuk” Rina berdiri sambil gandeng tangan aku, aku ngikut aja.

Situs Poker Terpercaya


Pas nyampe kamar, Rina langsung buka dasternya, gila bener ternyata Rina ga pake CD, langsung keliatan bulu2 hitamnya, lumayan juga bulunya, bikin aku horny ga karuan, bodi Rina aduhai banget, kaya Titi kamal, tau lah ga putih2 amat  tapi toket yang mantab banget, Rina langsung ke kamar mandi dulu yg ada di kamarnya.

“Mau ngapain Rin?” aku binggung.

“Bentar, bersihin bawahnya dulu, aku kan belum mandi, pasti punyakuu bau deh, tar kamu jijik lagi”
Selesai bersihin vaginanya, Rina tiduran di ranjang gedenya sambil ngangkang, aku udah bisa nebak kalo dia mau di jilatin vaginanya, aku sikat aja langsung vaginanya, aku sedot kacangnya, aku denger Rina desah, wah bener horny nih bocah pikir aku, vagina Rina wangi banget, pasti tadi dia pake sabun pembersih, pas lumayan lama aku jilatin, Rina kejang2, wah pikir aku keluar nih, ternyata bener ada cairan kentel keluar dari vaginanya dia.


“Gila Ron, Kamu hebat deh, baru kali ini aku dijilatin bisa keluar” Rina ngos ngosan.

“Iya dong, Nita aja paling seneng klo aku jilatin” aku bangga.

“Sini gantian aku isepin” Rina duduk dan nyuruh aku tiduran.

Gila isepannya maut banget, aku ampe merem melek, ga lama aku keluarin sperma aku ke mulut Rina, Rina langsung ke kamar mandi.

“Kenapa Rin?” aku samperin ke kamar mandi.

“Ga apa apa, dari dulu aku ga seneng rasa sperma, asin banget” Rina keluar dari kamar mandi “Kamu masih kuat kan?”.

“Masih dong” aku tersenyum.

Kontol aku pas itu masih turun sih, tapi Rina ngambil inisiatif ngisepin lagi Kontol aku, lama kelamaan Kontol aku berdiri lagi, langsung aja aku masukin ke Memeknya, pertama aku hati hati masukinnya takut Rina kesakitan, pengalaman aku sama cewek aku, selalu kesakitan dia, padahal udah sering ML, ternyata Rina ga kesakitan sama sekali, wihh.. aku binggung, dan aku tanya, emangnya kontol Anto sama punya aku gedean mana, kata dia gedean Anto tapi panjangan punya aku.. oo pantes pikir aku..
Rina desah kenceng banget, untung aja kamarnya agak kedap trus rumahnya juga gede banget jadinya tetangga ga ada yg denger.

“Ahhhhh… Gila Ron goyangan kamu enak juga” Rina meracau terus “ahhhhh, ahhhhh, terus…terus...”
Baru kali ini aku ML sama cewek yg meracau terus dah, saking hornynya kali ya atau aku yg hebat… (bangga)..

Sekitar 15 menit aku minta ganti posisi sama Rina, aku minta doggy style ke dia, Rina langsung nungging, langsung aku sikat lagi, aku seneng banget sama pantatnya Rina, gede banget… trus aku iseng2 aja nanya ke dia.

“Rin pernah anal?”.

“belum, aku sih pengen, tapi Anto ga pernah mau, katanya kasian aku, kata dia anal sakit banget” Rina sambil terus meracau “Kamu mau?” aku langsung manggut manggut.

Aku lepasin titong dari vagina Rina trus aku arahin ke lobang Pantat Rina, gila susah banget masuknya, di paksa ga bisa bisa, akhirnya aku nyari handbody trus aku olesin ke lobangnya dia, sama kontol aku, langsung jleb… gampang banget tapi Rina langsung nangis , aku rasa dia kesakita, aku langsung cabut penis aku, ga tega ngeliat dia, trus aku masukin lagi ke mekinya… sekira 15 menit kita maen Rina tiba-tiba kejang-kejang lagi, ternyata dia keluar lagi, Dan aku pun merasa kontol  aku juga mau muncrat, aku cabut trus aku kocok, "crot....crot....crot...." sperma aku tumpah di pantat Rina, Rina langsung lemes telentang di ranjang, ngos2an.



“Aku puas banget Ron, Kamu hebat, baru kali ini aku bisa keluar 2 kali”.

“Rin kamu mau udahan?” aku lumayan capek juga.

“kenapa?”.

“Masih napsu nih” aku tersenyum.

“Wuih gila kamu Ron” Rina bingung “ ga capek” Aku geleng kepala “Ya udah tapi kamu yang kerja ya, aku capek banget”.

Aku ngeliat mukanya Rina capek banget, tapi sumpah ngeliat bodinya dia aku napsu terus, aku inget dulu maen sampe 5 ronde, rekor aku, sama cewek aku aja cuman 3 ronde,

Sekitar 4 jam aku di rumah Rina, aku ijin pulang ke Rina, yang aku lucu banget, Rina nganter aku ke depan pintu sambil pincang dan ngangkang kaya orang ga kuat jalan, aku tanya kamu ga kenapa napa? Kata Rina ga apa-apa cuman rasanya tulang patah semua gara-gara aku maennya sampe 5 ronde, tapi aku di puji habis sama dia.

Setelah itu aku merasa bersalah banget sama cewek aku dan juga sobat aku, tapi perasaan bersalah ke sobat aku ilang gara2 setelah itu aku baru tau kalo temen aku juga sudah ngentot sama 3 cewe perawan. sial dia lebih tega ternyata.. Poker Online 

Thursday, November 2, 2017

cewe sange










Ngewe Dengan Istri Bosku

Ngewe Dengan Istri Bosku



LajuPoker.Info - Umurku yang sudah berkepala 3 sampai saat ini belum menikah tapi aku sudah mempunyai pacar yang tinggalnya jauh , sekarang aku di semarang yang mana aku bekerja di sekitar lingkungan orang chinese, kali ini kau akan bercerita yang mana keperjakaan ku di ambil oleh istri bosku, walaupun istrinya bosku sudah mempunyai anak 3 tapi bodynya semakin seksi dan bahenol.
Aku tahu dia ikut fitness rutin dan body building di salah satu sanggar senam. Mungkin untuk mengimbangi WIL suaminya yang memang sangat seksi dan suaranya kalau telepon, minta ampun, merdu sekali. Makanya bossku sampai klepek-klepek seperti burung tak berdaya.

Bossku orang sangat kasar, selalu menang sendiri dan otoriter pada istrinya. Tidak malu dia memarahi istrinya di depan karyawannya. Tapi anehnya aku cukup dipercaya. Itu dibuktikan ketika bossku suka cerita soal keluarganya, anak-anaknya juga. Aku yang paling dipercaya boleh masuk di rumah, bahkan di ruang pribadinya. Wah, hebat sekali. Kapan aku punya kamar begini, tempat tidur yang luks dan enak sekali.LajuPoker

Aku bekerja di kantor, di bagian ekspor dan komputer. Soal komputer aku paling pandai. Komputer inilah yang membuatku lebih dekat dan mendekati wanita yang paling cakep dan seksi di kantorku. Terus terang aku sekarang punya affair dengan manager keuangan, paling cantik dia di kantorku. Seksi? Bolehlah.

Tapi aku sangat ingin menikmati seks dengan Cik Veni. Wuah, aku suka membayangkan menggumuli tubuhnya yang seksi. Apalagi kalau aku melihat dari belakang. Paling membuatku tidak tahan. Habis, Cik Veni punya pantat yang aduhai sangat merangsangku.

Apalagi kalau dia memakai celana panjang. Wuah.. kejantananku ini tegang minta ampun sampai maksimum (15 cm dengan diameter 3.5 cm). Aku suka membayangkan melakukan senggama dengannya dari belakang dengan menungging.

Aku juga ingin menikmati seks dengan adik ipar istri bossku, Cik Dina. Aku terobsesi menikmati tubuhnya yang sangat seksi. Adik ipar bossku ini lebih seksi segalanya dibandingkan Cik Veni dan Irma (manager keuangan).

Kalau ke kantor.. wah selalu berpakaian seksi dan ketat. Tubuhnya yang memang berbodi gitar, buah dadanya besar, ukuran 36 kali. Wah aku ngiler kalau dia menemuiku dan bicara soal internet dan komputer. Aroma tubuh dan polah tingkahnya sangat menantangku.

Aku juga ingin menikmati tubuh Cik Tia. Cik Tia karyawan di bagian pemasaran. Aku baru sampai pegang-pegangan tangan saja dengan Cik Tia. Rambutnya sebahu, aku paling suka dengan kedua buah dadanya yang besar juga.

Dengan Irma, aku baru sampai pegang paha dan cubit bagian atas buah dadanya dan dia diam saja atau membalas manja kalau kami naik mobil. Dengan Cik Veni, aku baru sampai pada tahap pegang-pegang tangan dan pinggang ketika aku mengoreksi pakaiannya yang seksi (padahal aku pengen memegang pinggang dan tubuhnya) tiga minggu lalu. Cik Veni adalah peragawati di kantorku. Tapi bak durian runtuh, aku malah bisa menikmati tubuh istri bossku yang tak pernah kuduga.

Dengan kekasihku sekarang, aku belum pernah melakukan hubungan seks. Paling bercumbu sampai aku telanjang dan dia tinggal CD-nya saja. Kuharap ini kekasihku yang terakhir. Terus terang aku ingin menikahinya. Makanya aku tahan seksku padanya sampai pernikahan nanti.

Poker Freechip Indonesia


Dua bulan lalu, kira-kira jam 9 malam, aku ditelepon istri bossku untuk menemuinya di hotel Santika. Dari suaranya, pasti ada masalah dengan suaminya. Hampir jam 10 malam aku baru sampai di lobby hotel. Dari lobby, aku kontak Cik Rani dan menyarankan aku lewat lift dari basement dan langsung masuk ke kamarnya.

Aku turun ke bawah (basement) dan dari sana aku dengan lift naik ke lantai 6. Aku memencet bel kamarnya dan dibuka oleh Cik Rani sendiri yang memakai kaos dengan bukaan rendah dan celana pendek. Wah, aku terkesiap melihat bukaan dadanya yang makin montok sehingga membuatku berpikir yang bukan-bukan dengannya.

Di kantor, kalau aku menghadapnya (Cik Rani juga direktur keuangan) aku seolah dibiarkannya melihat belahan dadanya. Bukannya ditutup (mestinya bisa) dengan blasernya, tapi blaser diregakkan saja dan dibuka lagi seolah membiarkan kedua belahan dadanya untuk kunikmati. Belahannya putih agak kecoklatan dengan leher panjang. Wah.. aku menelan ludahku sendiri.

Aku dipersilahkannya masuk dan duduk.

“Dimana koh Edward(suaminya), Cik..” kataku.

“Ooo suamiku ke Jakarta,” katanya.

“Ada apa sih Cik kok malam-malam begini?” Tanyaku.

Cik Rani mengambil dua minuman coke dan mematikan TV kemudian duduk di kursi (dia menariknya ke arah tempat tidur) agak mengahadapku. Cik Rani menerahkan Coke padaku dan aku minum hampir setengahnya.



Cik Rani mulai gelisah dan aku bertanya lagi, “Ada apa Cik?”. Dengan menahan tangis Cik Rani menceritakan WIL suaminya yang di Jakarta. Cik Rani memang sudah tahu perseLingkungan suaminya itu.

Tadi sebelum ke Jakarta, Cik Rani pesan agar Ko Edward hati-hati. “Kurang apa sih aku ini,” katanya. “Aku istri baik, memberikan padanya tiga anak.” Cik Rani menikah sangat muda dengan tiga anak. Anak yang bungsu sudah kelas 1 SD.

“Aku juga ikut senam dan membuat tubuhku tambah seksi,” katanya melanjutkan sambil menangis. “Sejak suamiku punya WIL, aku dibiarkannya merana dua tahun terakhir ini,” lanjutnya sambil menangis.

Aku terpaku mendengar itu semua, tidak tahu apa yang harus kukerjakan. Apalagi ketika dia tambah menangis keras. Kedua tangannya menutup wajahnya yang tertunduk. Wah, untung ruangannya kedap dan terkunci. Lalu kutarik kursiku dan duduk lebih dekat dengannya, di depannya.

“Cik,” kataku memecah kesunyian. “Cik Rani sabar ya? Pasti ini akibat Puber ke dua,” kataku. Aku memberanikan memegang pundaknya dan kepalanya. Cik Rani terdiam mendengar perkataanku seolah membenarkan. Ko Edward usianya 45 tahun, Cik Rani 37 tahun usianya. Jadi kupikir puber kedua setelah membaca buku psikologi yang pernah kupelajari.

Cik Rani memandangiku sebentar dan kemudian meledak tangisnya dan ya ampun, dia merebahkan kepalanya di pahaku. Aduh, mati aku. Aku nggak bisa menahan sesuatu yang bergerak mengeras di balik celanaku.

Kuelus lagi kepalanya dan beberapa nasehat meluncur dari mulutku sementara pikiranku macam-macam. Apalagi aku bisa melihat belahan pungungnya (karena pakai kaos rendah). “Kok nggak pakai BH,” batinku.

Kuraba kepala dan pundaknya, kulihat tangisnya mereda walau belum selesai benar. Karena aku tidak tahan dengan birahi di dadaku, aku telusurkan saja tanganku ke arah punggungnya yang terbuka bagian atas.

Aku saat itu sudah sangat sengaja melakukannya dengan takut-takut. Oh my God, Cik Rani diam saja ketika aku melakukannya. Kuelus leher belakang, kepala belakangnya dan kuberanikan mengangkat kepalanya dengan memegang kedua pipi dan telinganya dari samping.

“Cik Rani,” kataku sambil mata kami berpandangan. Kuambil sapu tanganku dan kuusap air mata di wajahnya. “Bibirnya bagus sekali,” pikirku. Ini kali pertama aku melihatnya sedekat ini, apalagi dia adalah direktur keuanganku.

Kami berpandangan dan ya ampun, dia memejamkan matanya dan membuka sedikit mulutnya. Aku ingat kekasihku kalau kami mau bercumbu, dia pejamkan matanya dan bibirnya dibuka sedikit.

Kasihan Cik Rani, aku pikir pastilah suaminya sudah lama sekali tidak menjamahnya, menyetubuhinya. Karena kesempatan itu datang, kuraih saja bibir Cik Rani. Kukecup beberapa kali sebelum akhirnya aku mengulum bibirnya dan Cik Rani membalasnya.

Oh God, aku dapat durian runtuh malam ini. Pikiranku sudah dipenuhi dengan birahi dan ingin menikmati tubuh Cik Rani di Hotel Santika malam ini. Ahh, lembut sekali bibirnya, kami menikmatinya dan lidahnya, lidahku menari-nari.

Kutelusuri lehernya yang panjang dengan mulutku sementara tanganku memegangi tangannya, meremasnya. Ahh, Cik Rani kegirangan menyambut cumbuanku. Dia pasrah. Apalagi ketika tanganku mulai merambati pinggang dan menggapai kedua bukitnya, kuelus dari luar kaosnya yang tanpa BH itu.

Aku menikmati sementara mulutku menelusuri lehernya dan turun lagi memutari dada atasnya. Cik Rani mendesah-desah dan mendesis kegirangan. Lalu kami berdekapan, kutuntun Cik Rani ke arah tombol musik yang tersedia dan kuraih chanel yang tersdia di hotel. Kami berdekapan lama sambil berdiri mengikuti irama musik instrument.

Situs Poker Terpercaya


“Aku milikmu Do, malam ini.” kata Cik Rani memecah kesunyian. Aku dipanggilnya dengan Do, seperti yang biasa dia lakukan di kantor. Dia berkata begitu sambil tangannya melepas celanaku, bajuku dan semua yang melekat padaku.

Aku telanjang di depannya. Didekapnya aku, diraba dan elusnya batang kejantananku yang sudah mengejang keras. Jantungku serasa lepas. Lalu kami bercumbuan lagi. Aku membalikkan tubuhnya dan kucumbui Cik Rani dari belakang.

Mulutku menelusuri lehernya, punggungnya, pipinya, telinganya dan dilingkarkannya tangan Cik Rani di kepalaku, kulumat bibirnya. Tanganku meremas kedua bukitnya dengan lembut dan membuat gumpalan itu makin mengeras.

Cik Rani menggeliatkan tubuhnya, melengkung ke depan. Ahh, pemandangan yang indah kulihat. Kulepas kaos merahnya dan betapa indahnya kulihat buah dada Cik Rani, masih kencang dan cukup besar, puntingnya berwarna coklat sangat ranum dan membuatku lebih terangsang untuk memetik kedua buah dadanya yang siap panen dan kunikmati dengan mulutku.

Kubiarkan Cik Rani menikmati sensasi-sensasi yang kustimulasikan pada tubuhnya. Cik Rani membiarkan aku meremasi lembut kedua buah dadanya. Kulihat Cik Rani memejam dan menggeliat-geliat melengkung ke depan.

Aku ingin menelanjanginya. Kuraih celana pendeknya dan kulorotkan ke bawah, Cik Rani melepas sendiri. Aku sekarang melihat gundukan pink di balik celana dalamnya. Kuraba gundukan itu dan Cik Rani bertambah menikmati dengan desah dan geliatnya. Kustimulasi dengan kedua tanganku sesaat dan akhirnya tanganku kumasukkan ke celana dalamnya, kulepaskan dan sekarang aku benar-benar melihat Cik Rani telanjang di dekapanku.

“Basah Cik,” kataku.

“Iya, aku sudah nggak tahan Do. Aku sangat menikmati cumbuanmu sampai sekarang, dan aku ingin kau membuatku terpuaskan Do. Ayo lakukanlah..” Pinta Cik Rani dengan manja padaku.

“Tapi Cik.. aku..” aku ingin katakan bahwa aku belum pernah melakukannya pada wanita.

Gelora birahi di dadaku memuncak dan batang kejantananku sudah tidak tertahankan lagi. Cik Rani kupeluk erat dan membiarkan kepalanya bersandar di dada kiriku. Ahh, manja sekali Cik Rani ini, pikirku. Kukecup pipinya, dahinya.

Kukecup telinganya dan Cik Rani sangat menikmati sensasi gelora seks yang kulakukan padanya. Kubalikkan tubuhnya lagi dan Cik Rani berhadapan denganku. Aku mencumbuinya lagi. Dibiarkannya mulutku menelurusi leher dan dadanya.

Aku hampir tidak tahan menahan geliat tubuhnya. Apalagi ketika aku sampai di dadanya. Ahh, aku sangat menikmati kedua buah dadanya. Kuputar lembut dan membuat Cik Rani membusungkan dadanya sehingga aku semakin leluasa.

Lenguhan, desahan dan geliatnya makin membuat birahiku meledak-ledak. Kupaguti bergantian kedua buah dadanya. Kukulum kedua puntingnya bergantian dan membuat tubuh Cik Rani makin menggeliat dan akhirnya aku tidak kuat lagi menahan tubuhnya, kubiarkan terjatuh di tempat tidur.

Kubiarkan Cik Rani makin ke tengah tempat tidur, aku memandangi tubuhnya yang indah. Cik Rani membuat gerakan-gerakan yang menandakan letupan birahinya sehingga membuatku sangat terangsang.

Apalagi ketika dibukanya kedua kakinya dengan diangkat pahanya. Betapa menggairahkan. Kulihat gundukan hitam di puncak selangkangannya. Malam ini, pastilah akan menjadi malam pertamaku menyetubuhi wanita dan Cik Rani lah yang akan membuatku tidak perjaka lagi.

Ini tekadku malam ini. Aku ingin memberinya kesan dan sensasi yang mendalam tentang diriku.

Kudekati tubuh Cik Rani dari samping. Tangannya menarikku. Kucumbui Cik Rani lagi. Aku mencumbuinya dari atas ke bawah dengan tubuhku merambat di atasnya. Kunikmati kedua bukitnya dengan leluasa dan tanganku menggapai kedua kakinya menelusuri liang senggamanya, membuat Cik Rani menggeliat mendesah lagi.

Kutelusuri perutnya akhirnya aku sampai di liang senggamanya. “Oh, wangi sekali,” pikirku. Tapi belum sempat aku bertindak lebih lanjut, diraihnya batang kejantananku dan dikulumnya. Aku mendesis kenikmatan.

Disedotnya batang kejantananku hingga masuk penuh di mulutnya. Ohh, ini pertama kali mulut wanita mengulum batang kejantananku. Betapa nikmatnya sampai aku hanya bisa berkata “Ooohh Cik.. ahh..” dan pinggulku tergoyang-goyang mengikuti sensasi yang Cik Rani berikan melalui batang kejantananku.

“Oooh Cik, saya nggak kuat, mau keluar Cik,” kataku.

Tapi tak ada sahutan. Yang ada hanya hisapan dan kuluman yang makin membuat batang kejantananku mengeras. Aku mencoba menahan diri dengan menikmati liang senggamanya dengan mulutku.

Akhirnya aku tidak tahan dan kumuntahkan sperma hangatku penuh di dalam mulut Cik Rani. Aku terdiam.. inikah namanya orgasme? Kulihat Cik Rani sangat menikmati dengan apa yang baru saja terjadi.

“Thanks ya Cik,” kataku. Dia hanya tersenyum tipis dan memelukku. Kucumbui lagi Cik Rani dan aku sangat suka menikmati kedua buah dadanya dengan putingnya yang ranum. Hal ini membuat Cik Rani bergelinjang kenikmatan.

Kalau mulutku memaguti dan menggulumi yang kiri, tangan kananku meremas lembut yang kiri, begitu sebaliknya. Aku seperti bayi yang menikmati ASI dari samping. Kulihat gerakan kakinya yang merangsangku. Lalu sambil mulutku mengulum buah dadanya, kujulurkan tanganku menggapai liang senggamanya.

Cik Rani makin menikmati permainanku ini. Kuelus liang senggama dan sekitarnya, membuat gerakan kakinya membuka lebar, semakin lebar menantiku menyetubuhinya. Kurasakan liang senggamanya yang makin membasah dan akhirnya ketika kedua kakinya masih mengangkang, aku bergerak dan berada diantara kedua kakinya.

Kupandangi liang senggamanya dan kunaikkan kaki kirinya, aku menciumi pahanya lembut menukik ke bawah dan akhirnya aku mencumbui liang senggamanya. Kepalaku diremas-remas dan ditekannya, kudengar geliat dan desahnya makin menjadi-jadi.

Kedua kakinya terbuka lebar di depanku. Aku sangat menikmati liang senggamanya. Ini kali pertama aku mencumbui liang senggama wanita. Aku mulai merasakan cairan dan membuatku makin terangsang dan Cik Rani memintaku agar aku segera menyelesaikannya.



Ditaruhnya kedua kakinya di pundakku dan batang kejantananku yang sudah kembali menegang kutuntun memasuki liang senggamanya. Kumasukkan sedikit demi sedikit dan kuputarkan di seputar liang senggama Cik Rani yang membuatnya melenguh kenikmatan sejadi-jadinya. Aku memasukkan lagi dan lebih dalam lagi dan akhirnya tertanam penuh di liang senggama Cik Rani.

Kupegangi kedua tangannya, aku diam sejenak merasakan sensasi kenikmatan di batang kejantananku, lalu kugoyangkan lembut sementara mulutku menikmati kedua puting susunya bergantian.

Aku terus menggoyang lembut di seputar dinding kemaluannya. Aku merasakan Cik Rani mau orgasme. Kupercepat goyanganku dan kudengar suara teriakan tertahan, tubuh Cik Rani mengejang dan menjepit batang kejantananku kuat-kuat.

Seketika itu aku merasakan spermaku mau keluar lagi. Akhirnya aku menikmati saat akhir yang sangat menggairahkan. Cik Rani mencapai orgasme, juga aku. Aku merasakan sangat kenikmatan. Aku tidak perjaka lagi.

“Thanks ya Cik,” kataku. Kukatakan itu ketika aku mengecup telinganya, bibirnya, dahinya dan menelusuri lehernya juga dadanya yang meninggalkan warna kemerahan. Tangannya masih agak menggelepar di kanan kiri seperti pelepasan.

“Cik, ini kali pertama aku menyetubuhi wanita,” kataku melanjutkan. Cik Rani tersentak dan aku meyakinkannya.

“Cik Rani lah yang merenggut keperjakaanku malam ini,” kataku sambil mengecup dahi dan pipinya.
Aku dipeluknya erat lagi dan aku membalasnya.

Malam itu aku tidur di hotel sampai pagi dengan kehangatan tubuh Cik Rani di pelukanku. Rasanya tubuh Cik Rani menjadi selimut hangat buatku. Pagi-pagi aku pulang ke rumah dan masuk kerja seperti biasanya walau aku merasa ngantuk.

Tapi aku minum obat penguat agar tidak ngantuk dan terbukti cukup kuat menahan rasa kantukku. Apalagi juga dengan kedatangan Cik Rani. Senyumnya sungguh beda. Aku suka. Dan lagi-lagi aku sangat tertarik dengan kedua buah dadanya yang pagi itu nampak lebih mempesona buatku.

Cik Rani sepertinya bangga. Aku diteleponnya dari ruangannya dan berkata terima kasih dan senang karena dapat membuatku tidak perjaka lagi.

“Gila!” Pikirku. Pengalaman dengan Cik Rani membuatku makin terobsesi menikmati tubuh gadis dan istri orang di kantorku. Aku ingin menikmati tubuh Cik Veni. Aku ingin menyetubuhi Irma, Tia dan Cik Dina adik ipar Cik Rani.

Gila! Ketika aku menulis tulisan ini, aku sudah makin jauh dengan Tia. Dia istri Mas Rudi. Aku ingin menikmatinya. Dan sudah kurencanakan di hotel dekat dengan rumahnya. Aku sudah belikan dia daster hitam untuk dipakai nanti dan dia menerimanya dengan suka hati. Ada hotel berbintang disana.

Sementara dengan Cik Rani, aku masih terus berhubungan. Yang paling gila adalah aku menyetubuhinya di rumahnya sendiri, di sofa di ruang multimedia. Dia memanggilku ke sana saat suaminya ke luar negeri dua minggu lalu. Karena memang aku pandai komputer dan multimedia.

Jadi Cik Rani memakai alasan itu. Aku menyetubuhinya berkali-kali dan Cik Rani mengajariku berbagai posisi. Aku suka posisi dogy style, padahal sudah kurencanakan mau kuterapkan nanti untuk Cik Veni.. entah kapan, tapi menjanjikan. Poker Online 

Wednesday, November 1, 2017

Diperkosa Oleh Tukang Becak

Diperkosa Oleh Tukang Becak


 LajuPoker.Info - Berawal dari Gadis yang masih duduk di kelas 3 SMU ini bernama Yani masih berumur 17 tahun mempunyai tubuh yang seksi dan sekal, kulitnya putih mulus rambutnya panjang terurai sebahu, wajah yang cantik, dia anak orang punya dan punya naman di kotanya, dia bisanya dirumah sendiri karena kedua orangntuanya tugas di ibukota, terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu.
Sebagai anak ABG yang mengikuti trend masa kini, Yani sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari. Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut sudah cukup menyingkapkan kedua pahanya yang putih mulus, dan ukuran roknya yang ketat itu juga memperlihatkan lekuk body tubuhnya yang sekal menggairahkan.

Penampilannya yang aduhai ini tentu mengundang pikiran buruk para laki-laki, dari yang sekedar menikmati kemolekan tubuhnya sampai yang berhasrat ingin menggagahinya. Salah satunya adalah Teguh, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Yani.LajuPoker

Teguh, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik dan seksi melintas di hadapannya.
Sosok pribadi Yani memang cukup supel dalam bergaul dan sedikit genit termasuk kepada Teguh yang sering mengantarkan Yani dari jalan besar menuju ke kediaman Yani yang masuk ke dalam gang.
Suatu sore, Yani pulang dari sekolah. Seperti biasa Teguh mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik-rintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota GS.

Dan Teguh memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Yani. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Yani nanti akan dikerjai. Teguh sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.

“Lho koq lewat sini , Mas?”, tanya Yani.

“Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Teguh sambil terus mengayuh becaknya.
Dengan sedikit kesal Yani pun terpaksa mengikuti kemauan Teguh yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Teguh, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tiba-tiba Teguh membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

Poker Freechip Indonesia


“Lho kenapa masuk sini mas?”, tanya Yani.

“Hujan..”, jawab Teguh sambil menghentikan becaknya tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu. Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Yani menjadi semakin panik, wajahnya mulai terlihat was-was dan gelisah.

“Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan keringat..”, ujar Teguh sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri Yani yang masih duduk di dalam becak.
Bagai tersambar petir Yani pun kaget mendengar ucapan Teguh tadi.

“A.. Apa maksudnya mas?”, tanya Yani sambil terbengong-bengong.

“Non cantik, kamu mau ini?” Teguh tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan penisnya yang telah mengeras dan membesar.

Yani terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini.

“J.. Jaangan mas.. Jangann..” pinta Yani dengan wajah yang memucat.

Sejenak Teguh menatap tubuh Yani yang menggairahkan, dengan posisinya yang duduk itu tersingkaplah dari balik rok abu-abu seragam SMU-nya kedua paha Yani yang putih bersih itu. Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu.

Dan di bagian atasnya, kedua buah dada ranum nampak menonjol dari balik baju putih seragamnya yang berukuran ketat.

“Ampunn mas.. Jangan mas..”,

Yani mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Teguh yang semakin mendekati tubuhnya.
Tubuh Yani mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menyentuh pahanya. Tangannya secara refleks berusaha menampik tangan Teguh yang mulai menjamah paha Yani, tapi percuma saja karena kedua tangan Teguh dengan kuatnya memegang kedua paha Yani.

“Oohh.. Jangann.. mas.. Tolongg.. Jangann..”,

Yani meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya. Akan tetapi Teguh malahan semakin menjadi-jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Yani itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Yani.

Yani pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar Teguh mulai bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Yani.

Tubuh Yani menggeliat ketika tangan-tangan Teguh mulai menggerayangi bagian pangkal paha Yani dan wajah Yani menyeringai ketika jari-jemari Teguh mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

“Iihh..”,

pekikan Yani kembali menggema di ruangan itu di saat jari Teguh ada yang masuk ke dalam liang vaginanya.

Tubuh Yani menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Teguh semakin kencang, dia nampak sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah Yani yang megap-megap dengan tubuh yang menggeliat-geliat akibat jari tengah Teguh yang menari-nari di dalam lubang kemaluannya.

“Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar suara dari bagian selangkangan Yani.

Saat ini lubang kemaluan Yani telah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dan jari-jari Teguh.

Situs Poker Terpercaya


Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Teguh mencabut jarinya dari lubang kemaluan Yani. Yani nampak terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya.

Teguh kemudian menarik tubuh Yani turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara Yani hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Teguh juga menikmati wanginya tubuh Yani sambil terus meremas remas pantat gadis itu.

Selanjutnya Teguh mulai menikmati bibir Yani yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.

“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Yani mendesah-desah di saat Teguh melumat bibirnya.
Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir Yani oleh gigi dan bibir Teguh yang kasar dan bau rokok itu. Ciuman Teguh pun bergeser ke bagian leher gadis itu.

“Oohh.. Eenngghh..”, Yani mengerang-ngerang di saat lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Teguh.
Cengkeraman Teguh di tubuh Yani cukup kuat sehingga membuat Yani sulit bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat Yani pasrah di hadapan Teguh yang tengah memperkosanya.

Setelah puas, kini kedua tangan kekar Teguh meraih kepala Yani dan menekan tubuh Yani ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Teguh yang berdiri tegak di hadapannya. Langsung saja oleh Teguh kepala Yani dihadapkan pada penisnya.

“Ayo.. Jangan macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu”, bentak Teguh sambil menjambak rambut Yani.

Takut pada bentakan Teguh, Yani tak bisa menolak permintaannya. Sambil terisak-isak dia sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja Teguh mendorong masuk penisnya ke dalam mulut Yani.

“Hmmphh..”, Yani mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi Yani menggelembung karena batang kemaluan Teguh yang menyumpalnya.

“Akhh..” sebaliknya Teguh mengerang nikmat.

Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Yani di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut Yani.
Yani menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Teguh. Sementara kedua tangan Teguh yang masih mencengkeram erat kepala Yani mulai menggerakkan kepala Yani maju mundur, mengocok penisnya dengan mulut Yani. Suara berdecak-decak dari liur Yani terdengar jelas diselingi batuk-batuk.
Beberapa menit lamanya Teguh melakukan hal itu kepada Yani, dia nampak benar-benar menikmati. Tiba-tiba badan Teguh mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Yani semakin cepat sambil menjambak-jambak rambut Yani. Wajah Teguh menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..

“Aakkhh..”, Teguh melengking, croot.. croott.. crroott..

Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Teguh yang mengisi mulut Yani yang terkejut menerima muntahan cairan itu. Yani berusaha melepaskan batang penis Teguh dari dalam mulutnya namun sia-sia, tangan Teguh mencengkeram kuat kepala Yani. Sebagian besar sperma Teguh berhasil masuk memenuhi rongga mulut Yani dan mengalir masuk ke tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari sela-sela mulut Yani.

“Ahh”, sambil mendesah lega, Teguh mencabut batang kemaluannya dari mulut Yani.
Nampak batang penisnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan air liur Yani. Demikian pula halnya dengan mulut Yani yang nampak basah oleh cairan yang sama. Yani meski masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya juga lemas dan shock setelah diperlakukan Teguh seperti itu.

“Sudah, Mas.. Sudahh..” Yani menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk ‘bernego’ dengan Teguh yang sambil mengatur nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Yani.
Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri Teguh membuat tenaganya menjadi kuat berlipat-lipat kali, apalagi dia telah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya. Setelah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

Teguh kemudian memegang tubuh Yani yang masih menangis terisak-isak. Yani sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu yang lebih mengerikan. Badan Yani bergetar ketika Teguh menidurkan tubuh Yani di lantai gudang yang kotor itu, Yani yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Teguh.

Setelah Yani terbaring, Teguh menyingkapkan rok abu-abu seragam SMU Yani hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Teguh memerosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Yani. Kedua mata Teguh pun melotot tajam ke arah kemaluan Yani. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi menutupi bibir vaginanya, indah sekali.

Teguh langsung saja mengarahkan batang penisnya ke bibir vagina Yani. Yani menjerit ketika Teguh mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang penisnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang vagina Yani.

“Aakkhh..”, Yani menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.

Kedua tangan Yani ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat tenaga melesakkan batang kemaluannya di vagina Yani dengan kasar dan bersemangat.

“Aaiihh..”, Yani melengking keras di saat dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang penis Teguh. Darah pun mengucur dari sela-sela kemaluan Yani. “Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” Teguh mendesis nikmat.

Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Teguh langsung menggenjot tubuh Yani dengan kasar.

“Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Yani mengerang-ngerang kesakitan. Tubuhnya terguncang-guncang akibat gerakan Teguh yang keras dan kasar. Sementara Teguh yang tidak peduli terus menggenjot Yani dengan bernafsu. Batang penisnya basah kuyup oleh cairan vagina Yani yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

Sekitar lima menit lamanya Teguh menggagahi Yani yang semakin kepayahan itu, sepertinya Teguh sangat menikmati setiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi Yani, sampai akhirnya di menit ke-delapan, tubuh Teguh kembali mengejang keras, urat-uratnya menonjol keluar dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Teguh pun berejakulasi.

“Aahh..” Teguh memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga kemaluan Yani yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak sanggup lagi mengimbangi gerakan-gerakan Teguh.

Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Teguh. Teguh puas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya Teguh dengan becaknya kembali mengantarkan Yani yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di selangkangannya, Yani tak mampu lagi berjalan normal hingga Teguh terpaksa menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.

Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat Teguh dengan leluasa menuntun tubuh lemah Yani hingga sampai ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di kursi teras. Setelah berbisik ke telinga Yani bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuhnya yang molek itu, Teguh pun kemudian meninggalkan Yani dengan mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam, meninggalkan Yani yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya.Poker Online 

Tuesday, October 31, 2017

Aku Diperkosa Rendy

Aku Diperkosa Rendy


LajuPoker.Info - Sebelum aku menceritakan cerita sex nyata ini, maka sebelumnya aku perkenalkan namaku dulu, Nama ku Dini, aku tinggal di kota S, saat ini aku masih kuliah semester akhir, Dan selama ini pula aku bisa menjaga kehormatanku karena aku tdk mau melakukan adegan seperti dalam film-film dewasa sebelum adanya pernikahan.
Namun tak kusangka akhirnya bobol juga dinding yg selama ini ku jaga, aku melakukan hubungan intim dgn adik tiriku sendiri. Padahal baru 4 bulan dia tinggal bersamaku di rumah ini setelah mamaku menikah lagi dgn seorang pria yg membawa seorang anak juga, dia bernama Rendy seorang cowok slegean dan masih duduk di bagku SMA tp dia begitu nakal orangnya.


Ini terlihat ketika dia masuk ke rumah ini ada saja kelakuan yg bikin papanya marah, sedangkan mama dan aku hanya bisa melihatnya tanpa harus ikut campur dgn permasalahan mereka. Mulai di panggil ke kantor polisi karena Rendy ikut-ikutan tawuran dan masih banyak lagi. Beberapa kali juga papanya meminta maaf padaku dan juga mama karena merasa tdk bisa mendidik Rendy.LajuPoker

Mama hanya bisa menjawab buat dia sabar menghadapi Rendy, mungkin dia masih labil karena masih muda juga. Dan aku memang tdk begitu akrab dgn Rendy tp bukannya dgn sikap bermusuhan, namun aku bersikap seolah lebih formal saja menghadapi Rendy yg sering bikin onar itu. Aku tdk bicara padanya jika tdk ada sesuatu yg penting untuk aku bicarakan denganya.

Pernah suatu hari aku bersama temanku Tini sedang berada di dalam kamar dan dgn tdk sopannya Rendy masuk

Poker Freechip Indonesia


” Ada apa kamu masuk kesini.. ” Kataku sedikit membentaknya, dgn slegean dia menjawab
” Nggak aku mencari barangku siapa tahu ada di sini… ” Lalu dia pergi dgn sikap yg membuatku jengkel setengah mati begitu juga dgn temanku Tini.

Sejak saat itu Tini sdh mewanti-wanti aku untuk waspada dan tdk lupa mengunci pintu kamarku. Dan aku hanya mengiyakan saja karena tdk mungkin juga Rendy sampai rela melakukan hal yg tdk senonoh padaku. Karena bagaimanapun juga aku adalah kakaknya meski bukan saudara kandung tp kalau di lihat tubuhnya begitu tinggi lewat jika di bandingkan tubuhku.

Karena meskipun aku sdh semester akhir tp banyak yg bilang kalau aku masi seperti duduk di bangku SMA. Sebenarnya aku pernah menjalin hubungan dgn seorang cowok teman kampusku juga, tp semua hanya berlangsung kurang lebih 5 bulan karena dia sepertinya akan melakukan hubungan lebih jauh padaku, dia bersikap layaknya pemain dalam sex yg memang aku takuti.



Namun siapa sangka aku manahan nafsu dan menghindari semua itu meskipun bersama pacarku sekalipun. Tp akhirnya aku harus kehilangan kehormatanku justru dgn orang yg tdk aku duga sebelumnya, semua berawal ketika aku sedang sendirian di rumah saat itu cuaca lagi hujan yg turun mulai dari sore hari dan akupun jadi males buat beranjak dari tempat tidurku.

Meskipun mamaku pamit mau ke acara kantor papanya Rendy, aku hanya bisa menjawab dari atas tempat tidur dan kembali rebahan males di sana. Sampai akhirnya ketika mataku sdh merasakan kantuk tiba-tiba aku merasa pintu kamarku terbuka tp aku masih malas buat membuka mataku sampai akhirnya aku merasakan ada yg meraba kakiku saat itulah aku buka mataku.

Betapa terkejutnya aku ketika melihat Rendy berada di tempat tidurku, dia meraba kakiku dgn lembutnya

” Mau apa kamu kesini heh…” Teriakku kala itu namun dia bukannya menjawab tp lengang memeluk tubuhku dgn eratnya
” Lepas.. lepasiiinnnn Rendy…. ” Aku berusaha melepaskan tubuhku dari dekapannya tp dia lebih kuat dari yg kukira.

Dgn kasar dia lepas bajuku yg memang hanya baju santai rumah, dan dgn mudahnya dia lepas dan terlihat tubuhku sdh tanpa pakaian lagi. Aku lihat Rendy tersenyum melihat tubuhku dan akupun menangis, karena tdk dapat menghindar aku lihat pintu kamarku sdh terkunci dan dia memiliki tubuh yg begitu kuat kini aku hanya bisa menangis di depannya.

Namun bukannya trenyuh melihatku dia malah semakin menjadi-jadi, Rendy membuka bajunya dan diapun langsung merangkak naik ke atas tubuhku

Situs Poker Terpercaya


” Sdh diam tdk ada yg bisa mendengarkan kamu sekarang… ” Aku menangis tp tetap saja minta dia untuk melepaskan aku
” Tolong Rendy jangan lakukan ini padaku… ” Kini aku lihat batang kemaluannya mengacung pada memekku.

Akupun menutup mataku karena ngeri juga melihatnya dan kembali menjerit ketika dia masukkan kontolnya pada lubang memekku

” Ooooohhhh… mpppphhhhh….. sa…kit… aaaaggggh…Rendy.. jangan tolong… jangan Ren… ” Tp dia semakin menancapkan kontolnya lebih dalam lagi pada memekku, berbagai macam rasa aku rasakan waktu itu sakit, perih dan juga muak pada keadaan saat itu.

Rendy menggoyang pinggulnya perlahan mungkin dia merasa kalau memekku masih begitu sempit

” Ooooccchhhhh… aku.. nggak. percaya… kalau kamu masih.. perawan kakakku sayang… ” Dia bagaikan seorang pemain adegan dalam sex yg jahat, karena tdk ada ampun lagi dia terus menggoyang pantatnya lebih keras dan lebih cepat lagi padaku dan aku hanya bisa meringis kesakitan.

Rendy rupanya menikmati goyangannya sendiri karena dia mendesah

” Ooooggghhhhhh… oooouuugggghh.. baru kali ini.. aku.. merasakan.. memek sempit sa..yg… aaaagggghhh…. aaaaaaggghhh… aaaaagghh… ” Sebenarnya aku muak dgn perlakuan Rendy padaku dan aku hanya bisa menangis saja bahkan aku tdk segan-segan untuk menjerit saat itu

Namun Rendy tdk terpengaruh juga dia tetap saja mendesah dan mengerang

” Oooouuugggghh… mmmmmpppphhhh… oooouuuggghh… oooouuuggghh… aaaagggghhhh… sa… yg… aaaaggghh… aaaaagghh… ” Semakin perih kurasa memekku saat ini dan akhirnya aku merasa dia semakin dalam menusuk kontolnya dengan irama yang cepat dan tubuhnya semakin di rapatkan pada tubuhku 

Kemudian aku melihat Rendy mengerang lama

” Ooouugghh… ooouugggh… mmmmmppphhhhhhh… aaaggghh… sampai.. juga… aaaggghh… ” Saat itulah aku rasakan sesuatu yg hangat dari dalam kontolnya dan memenuhi memekku.

Rendy terkulai saat itulah aku bangun dan berusaha berlari namun dia msih bisa menagkap tubuhku hingga akhirnya akupun terkulai lemas. Poker Online

Monday, October 30, 2017

Ngentot Dengan Kekasihku Yang Perawan

Ngentot Dengan Kekasihku Yang Perawan


LajuPoker,Info - Ujian akhir sudah dekat dan gadis ini yang tergolong otaknya encer langsung mengikuti bimbingan belajar yang khusus dibuka saat Ujian Akhir Nasional tiba. Hasilnyapun tidak mengecewakan karena setelah pengumuman hasil ujian diberitakan, dia menempati urutan ke 15 dari SMU nya dan itu sudah tergolong sangat baik mengingat SMU tempat Nuri belajar adalah SMU favorit di kota M.

“Hai Nur. Gimana hasil ujian kamu? Pasti dapat peringkat yang tinggi yah?” Tanya seorang teman pria-nya.

Pemuda ini bertubuh kecil dan merupakan mantan dari Nuri, mereka pernah pacaran waktu masih SMP kelas dua dan putus setelah lulus SMP karena ketidak cocokan dan terang saja pemuda ini tersingkir karena di SMU yang baru, Nuri sudah menjadi kembang sekolah yang baru dan bahkan banyak kakak kelas yang rela berantem untuk memperebutkan cintanya. Gadis ini akhirnya menetapkan pilihannya pada seorang bernama Firza setelah gonta-ganti pacar hingga dikelas tiga SMU, adapun nama dari mantannya adalah Riko.LajuPoker

Nuri hanya tersenyum kecut setelah tahu pemuda yang menyapanya barusan adalah mantan kekasihnya.Memang dia sangat tidak suka dengan pemuda ini karena sekarang pemuda yang dulunya simpatik ini telah berubah menjadi seorang pemabuk yang tidak jelas masa depannya lagi, walaupun sebenarnya dia berasal dari keluarga yang berada.

Riko tertunduk menahan sakit hati dan malu ketika pertanyaannya tidak dijawb oleh Nuri dan bahkan gadis ini ngeloyor pergi tanpa peduli dengan perasaan temannya itu. Gadis cantik namun sedikit congkak walaupun dia punya alasan untuk itu.

Nuri berjalan mendekati kerumunan anak lelaki dan langsung menuju kesamping Firza, kekasihnya.
Beberapa teman pemuda itu bersiul-siul menggoda, Firza tahu kalau sebenarnya teman-temannya itu
selalu bermimpi bisa berpacaran dengan kekasihnya sekarang ini, mereka pasti memikirkan bagaimana bentuk tubuh gadis cantik itu saat telanjang. Segala pikiran kotor seolah dibenarkan dengan cara para anak lelaki itu menatap pantat, perut dan bahkan buah dada Nuri yang sudah tumbuh itu.

“Gimana rencana untuk perpisahan dengan teman-teman?” Tanya Nuri kepada Firza dan pemuda ini
memberikan kode kepada salah satu temannya untuk bicara.
“Jangan khawatir, semua sudah kita urus kok cantik. Kita bakalan ajak pacar kita masing-masing untuk bernostalgia sekaligus piknik di hutan wisata diluar kota.” Sahut salah seorang teman Firza yang bernama Fino.

Poker Freechip Indonesia



 Fino ini berbadan gemuk dan tidak begitu tinggi namun walaupun begitu dia adalah ank seorang pengusaha yang lumayan sukses di kota M.

“Kamu bisa ikut kan Nur?” Tanya Firza kepada gadis cantik itu.

Dan Nuri menjawabnya dengan anggukan gembira. Dia teringat dengan perkataan Firza bahwa dia akan mendapatkan kejutan pada acara perpisahan dengan teman-teman kumpulnya selama ini. Dia selalu menebak-nebak apa yang akan diberikan pemuda ini kepadanya.

Akhirnya hari yang ditentukan untuk acara perpisahan datang juga. Sabtu siang Firza, Nuri dan 3
pasang anak SMU yang lain berangkat untuk menuju keluar kota, kesebuah hutan wisata yang letaknya tidak begitu jauh dari batas kota M.  dalam waktu kurang dari setengah jam mereka tiba di kawasan hutan lindung itu dan segera saja mereka menyusuri jalan kecil yang membelah hutan itu untuk menemukan lokasi yang sesuai untuk berkumpul. Akhirnya setelah beberapa saat mencari, Fino memberikan komando bahwa dia telah menemukan spot yang asyik untuk mereka berdelapan.

“Kok lewat jalan kecil?” Tanya Nuri ketika Firza melajukan sepeda motornya menembus rimbunnya hutan dengan sepeda motor Vega miliknya dan melewati jalan setapak yang belum diaspal, jalan ini lebih kecil dibandingkan dengan jalan utama yang membelah hutan yang barusan mereka lewati.

Firza memperlambat laju kendaraan bermotornya dan akhirnya berhenti ketika Fino dan temannya yang lain juga berhenti. Mereka telah tiba didaerah perbatasan antara hutan dengan perkebunan strawberry dan perkebunan kajuput (bahan pembuat minyak kayu putih). Dari kejauhan tampak sungai Bengawan Solo membelah kawasan hutan itu dan hanya di hubungkan dengan sebuah jembaan kecil yang hanya mampu dilewati satu sepeda motor secara bergantian saja.

Lokasi ini cukup datar dan semaknya sedikit dimana terdapat dua gazebo tua yang tak terawat yang
dulunya diperuntukkan sebagai lokasi peristirahatan wisata namun karena anggaran pemerintah kota tidak mencukupi maka proyek dihentikan sementara gazebo dan perlengkapan lainnya ditinggal begitu saja tanpa diurus sehingga sekarang terlihat tak terawat padahan gazebo itu cukup besar dan nyaman.

Di tiang-tiang gazebo ini terdapat coretan tangan-tangan jahil yang kebanyakan adalah anak sekolah
yang dulunya menggunakan tempat itu untuk indehoy bersama dengan pasangannya masing-masing. Tapi sepertinya Nuri belum paham dengan situasi tempat itu dan maih adem ayem saja.

“Disini yah Fir?” tanyanya lagi kepada kekasihnya dan Firza mengangguk lalu mengajak Nuri untuk
menuju kesebuah gazebo dan membersihkan kursi dari semen yang kotor akan daun-daunan itu sehingga mereka dapat duduk disana.
“Kamu cantik sekali hari ini sayang.” Perkataan manis itu meluncur begitu saja dari mulut Firza yang
sedetik kemudian dia merangkul Nuri dan memangkunya dipahanya.

Sementara Nuri tidak berusaha untuk melepaskan dekapan Firza dari belakang walaupun dalam hati dia malu tapi dia juga mau.

“Kita mau apa sih sebenarnya kemari? Nggak ada apa-apa disini sayang.” Ucap Nuri memecah kebuntuan pembicaraan antara mereka berdua.

Firza yang asyik membelai-belai rambut gadis cantik ini kemudian menjawabnya,

“Aku khan ingin berdua saja denganmu, lagipula nanti jika kamu memutuskan untuk kuliah, aku khan sudah susah untuk bertemu denganmu lagi karena ayahku tidak memiliki biaya untuk mengantarkan aku kejenjang mahasiswa. Lihat saja Fino dan Wahyu, mereka juga berperasaan sama denganku. Fino akan disuruh kuliah diluar kota sementara Wahyu sudah didaftarkan kesebuah institute terkenal di Jogja. Kita nggak akan ketemu lagi dalam waktu yang lama sayang. Aku cuman ingin untuk melepaskan waktu-waktu terakhir kita sebagai orang bebas. Kamu mau khan?” rajuk pemuda ini kepada Nuri dan gadis ini tersenyum lalu mengangguk.

Dalam hati Nuri, dia sangat yakin bahwa kekasihnya ini benar-benar mencintainya.

Hari mulai sore dan matahari mulai memerah pertanda akan segera tenggelam. Seolah tidak rela dengan kpergian sang mentari, Nuri memeluk kedua tangan Firza yang kali ini masih merangkulnya dari belakang. Seolah tahu kalau gadisnya itu masih ingin berdua saja dengannya, Firza menyuruh teman-temannya untuk pergi terlebih dahulu ketika mereka mengajak Firza dan Nuri untuk pulang. Sekarang tinggal berdua sendiri ditengan hutan wisata itu.

Situs Poker Terpercaya


“Aku juga tidak ingin berpisah denganmu bidadariku.” Firza membisikkan kata-kata itu sembari
mendekatkan bibirnya kearaha telinga Nuri dan sedetik kemudian dia mengecup pipi dan leher Nuri lembut.

Gadis ini menoleh kebelakang untuk mengatakan sesuatu tetapi langsung dibungkam mulutnya dengan ciuman mesra dari Firza. Ciuman pertamanya dalam sejarah hidup seorang Nuri. Entah karena terbawa oleh situasi yang sejuk dan sepi, Nuri membalas ciuman Firza itu dengan tak kalah mesranya dan dengan posisi masih dipangku kekasihnya dan membelakangi Firza, Nuri tak lepaskan ciuman pacarnya itu.

Jemari nakal Firza mulai meraba-raba payudara Nuri yang masih terbungkus baju sekolah itu dan satu persatu kencing bajunya mulai terbuka hingga sekarang baju sekolah itu terbuka lebar mempertontonkan payudara putih Nuri yang dibalut dengan bra warna krem. Seperti tersihir saja, Nuri sepertinya tidak sadar bahwa sekarang buah dadanya nyaris telanjang.

Merasa mendapatkan lampu hijau, Firza lalu mengarahkan tangannya yang sudah mulai lebih nakal itu kearah punggung Nuri dan melepaskan kaitan bra gadis cantik itu sehingga dengan mudah sekarang Firza dapat menguak bra milik pacarnya itu keatas dan sekarang terlihat sudah payudara Nuri tanpa penutup apapun lagi. Ini adalah kali pertamanya bagi Nuri menunjukkan buah dadanya didepan pemuda yang bukan keluarganya.

Sembari kedua mulut pasangan itu saling berpagutan satu sama lain, tangan Firza keduanya mulai
menjelajahi bukit kembar gadis ini untuk mendapatkan kepuasan sebagai seorang pria. Buah dada ranum milik Nuri diremasnya berulang-ulang hingga kedua putingnya mengeras dan tak hanya itu saja, pemuda ini juga memilin-milin puting Nuri dengan gemasnya hingga sering gadis ini harus menghentikan ciumannya untuk mendesah, entah karena rasa sakit ataupun rasa nikmat yang tiada tara.

“Akhh…Fir, sudah! Aku nggak mau nanti kita kebablasan.” Seru Nuri mencergah tangan Firza yang menyelusupi pahanya dari balik rok seragam abu-abunya.

Namun Firza tak peduli dan menepiskan tangan Nuri yang mencekal tangannya dan langsung mengarahkan kepangkal paha gadisnya itu sehingga menyentuh bagian vital Nuri yang masih terbungkus celana dalam warna putih itu. Bagian vital yang belum pernah dia tunjukkan kepada siapapun juga bahkan kepada kekasihnya yang terdahulu.

Jemari Firza merasakan adanya cairan yang membasahi celana dalam kekasihnya itu. Walaupun masih perawan tetapi Nuri tetaplah seorang gadis normal biasa yang tidak bisa menahan godaan sensasi apabila terus dirangsang habis-habisan oleh pacarnya. Sekarang vagina gadis cantik ini sudah basah akan cairan kewanitaannya sendiri.

Nuri sadar bahwa dia sudah melangkah terlalu jauh dan berusaha untuk membebaskan dirinya dari
rangkulan Firza namun gagal karena Firza sudah tidak dapat lagi melepaskan moment yang ditunggu-
tunggunya selama ini. Dengan setengah memaksa, pemuda ini melepaskan bra dan baju seragam SMU yang dikenakan oleh Nuri dari arah belakang lalu membuangnya jauh-jauh agar tidak dapat direbut lagi oleh Nuri.

Rasa malupun mendera wajah Nuri yang sekarang berubah merah padam melihat dirinya sekarang nyaris telanjang dengan payudara yang menggelantung bebas walaupun dia berusaha menutupinya dengan menyilangkan kedua lengannya tetapi tetap saja pandangan mata liar Firza dapat menembus sela-sela lipatan tangan itu.

“Firza! Apa-apaan kamu ini? Katanya kamu sayang ama aku, kok begini jadinya?” gadis cantik ini mulai meneteskan airmatanya memohon agar Firza mau berhenti dan tidak memaksanya lagi.
“Lha inilah bukti sayangku kepadamu Nur. Aku sayang sama kamu dan aku butuh kamu selalu menjadi milikku selamanya.” Sahut Firza lalu mendekap Nuri dari depan dengan erat.

Berbagai ucapan manis dilontarkan oleh pemuda ini dan akhirnya Nuri luluh juga hatinya dan membuka silangan tangannya hingga sekarang payudara montok itu terlihat kembali.

“Kamu benar-benar sempurna sayang. Buah dadamu benar-benar sangat indah luarbiasa.” Ucap Firza lalu meremas-remas lagi buah dada Nuri dengan mesra dan mulutnya pun tak mau ketinggalan.

Jilatan dan sedotan juga pilinan jemari nakal Firza seolah membuat Nuri terbang keangkasa. Dia yang sebelumnya anti dengan hal semacam ini sekarang menjadi menikmati. Hilang sudah rasa takut dan rasa malunya yang tadi sempat mendera hatinya dan berganti sudah dengan keinginan untuk merasakan kenikmatan total bersama dengan pacarnya sekarang ini.

“Akhh…Firza…ekhhh…” desahan demi desahan Nuri yang seksi itu membahana disekeliling gazebo tanpa takut bahwa akan ada orang yang menyaksikan perbuatan kedua sejoli itu karena memang lokasi itu berada ditengah hutan sementara perkebunan yang berada didekat mereka masih belum waktunya panen sehingga jarang dikunjungi petani.

Tak butuh waktu lama bagi Firza untuk melancarkan aksi susulan. Ketika Nuri masih dibuai dengan kenikmatan cumbuannya terhadap buah dada gadis cantik itu, Firza mengarahkan jemarinya yang sudah terampil itu menelusuri paha Nuri dan mengaitkan jemari kedua tangannya ke celana dalam kekasihnya itu dan menariknya kebawah. Dalam hitungan detik saja, celana dalam Nuri sudah jatuh ketanah. Gadis ini kaget tapi belum sempat dia protes, Firza kembali mencumbu bibirnya sehingga membuat Nuri tak dapat berkata apa-apa lagi.

Sembari menciumi Nuri, salah satu tangan Firza meremas-remas payudaranya sementara tangan yang lain menelusuri vagina gadis cantik ini yang sudah basah kuyup. Sesekali Nuri merintih sakit apabila tusukan jemari Firza terlalu dalam sehingga menyentuh bagian dalam labia minora gadis cantik
ini. “Jangan Fir! Aku masih perawan.” Seru Nuri tapi sekali lagi bujuk rayu Firza nampaknya cukup ampuh untuk membendung penolakan Nuri terhadap perlakuannya itu.

Diturunkan resleting celana abu-abu pemuda ini dan dipelorotkannya kebawah beserta dengan celana dalamnya sendiri dan saat itu juga terpampang dengan jelas dimata Nuri sebuah penis seorang pemuda remaja yang sudah ereksi sedari tadi. Bahkan diujungnya sudah mengeluarkan cairan pelumas siap untuk mengendarai liang kewanitaan gadisnya itu.

“Akh..Firza. Kamu mau apa?” serunya ketika melihat batang kejantanan itu disodorkan kearah Nuri dan memaksa kedua tangan Nuri itu untuk memegangnya. Awalnya agak grogi dan risih juga ketika Nuri menyentuh benda asing milik pria itu namun setelah beberapa saat dia sudah mulai biasa bahkan mulai menuruti kata-kata Firza untuk mengocoknya.

Dengan servis tangan sepertinya Firza masih merasakan kurang puas, lalu dengan sigap dia menarik rok abu-abu milik Nuri kearah atas sehingga vagina gadis itu terlihat olehnya dengan jelas. Bulu-bulu
lembut dan jarang menghiasi vagina gadis cantik ini. Firza lalu mengarahkan batang kejantanannya
kearah lubang kenikmatan itu dengan posisi setengah berdiri sementara tangannya yang lain mendorong tubuh Nuri agar bersandar ke tiang utama gazebo yang berbentuk kotak besar itu.


Pemuda ini menggesek-gesekkan penisnya ke bibir vagina Nuri sehingga sesekali bibir kemaluan gadis cantik itu terbuka dan ketika sudah cukup basah, pemuda ini mendorongkan batang kejantanannya yang berukuran panjang kurang kebih 12cm itu kearah vagina Nuri dan menguak menerobos bibir kemaluan pacarnya tersebut.

“Sakit…aduh..Fir! Hentikan! Sudah! Aku sudah tidak tahan…sakittt…akhh…!” racau Nuri sembari berusaha melepaskan diri dari dekapan Firza namun sia-sia.

Pemuda kekasihnya itu sudah lebih mirip binatang ketika memaksakan penisnya untuk melabrak lubang senggama gadis cantik ini.

“Akhh…sakit! Sudah hentikan! Sakit Fir…” desak Nuri tapi apa daya karena Firza sudah kesetanan dan dengan teganya dia melakukan penetrasi paksa kepada liang vagina yang masih perawan tersebut hingga dalam satu sodokan kasar akhirnya batang kejantanannya sudah berhasil merobek selaput dara Nuri dan membenamkan seluruh penisnya kedalam liang senggama gadis cantik itu.

Seiring dengan lolongan sakit Nuri, benda haram yang tumpul itu telah berhasil terbenam didalam liang kewanitaan dara manis ini.

“Nuri. Kamu benar-benar cantik dan moy abis. Memang rasanya luar biasa kalau ngent*tin cewek secantik kamu.” Ucap Firza yang kemudian tanpa memberikan waktu untuk Nuri mengambil nafas
langsung saja melakukan sodokan-sodokan liarnya memompa liang kewanitaan gadis malang ini.

Nuri menangis tersedu setelah mengetahui dirinya sudah tidak lagi perawan bahkan kekasihnya sepeti
lebih memperdulikan kenikmatan bercintanya dibandingkan perasaannya pacarnnya sendiri.

Selama sepuluh menit, penis Firza menyodoki lubang vagina Nuri tanpa ampun walaupun seringkali gadis cantik ini meminta gar Firza berhenti sejenak karena dia merasakan rasa sakit namun tidak digubris oleh pemuda ini dan terus melakukan pompaannya tanpa lelah.

Tubuh Nuri yang setengah berdiri bersandar di balok kayu besar yang menjadi penyangga utama gazebo itu, terhentak-hentak tiap kali Firza mempercepat goyangan pinggulnya dan sekarang tubuh molek gadis cantik ini seolah tak bernyawa saja. Payudaranya yang berulang kali diciumi Firza secara kasar sudah mulai memerah karena perlakuan kasar kekasihnya itu.

Tak ada lagi desahan kenikmatan, yang ada hanyalah rintihan tiap kali Firza melakukan sodokan kasar kepadanya. Dirinya diperlakukan Firza tak ubahnya seperti barang atau benda mati yang hanya dibutuhkan vaginanya sebagai alat pemuas nafsu pemuda ini saja.

“Nuri! Akh…sayang…akh…” seru Firza yang lalu mengejang tubuhnya.

Sperma miliknya membasahi liang senggama Nuri dan menetes keluar seiring dengan saat dia mencabut batag kejantanannya tersebut dari vagina kekasihnya itu.

“Kamu benar-benar memuaskan Nuri. Kapan-kapan lagi yah. Sekarang kamu khan sudah nggak perawan jadi kalo mau bercinta berapa kali tidak apa-apa.” Ucapnya sembari membelai rambut panjang kekasihnya yang masih terduduk lemas itu.

Nuri hanya diam saja, dia tahu kalau belaian itu adalah tipuan, tapi walau begitu dia masih berharap bahwa ini hanyalah mimpi atau setidaknya dia ingin agar Firza tidak meninggalkannya.

Akhirnya setelah bermesraan selama satu setengah jam lebih, mereka berdua berboncengan kembali kerumah masing-masing. Nuri yang baru saja kehilangan keperawanannya menjadi susah untuk berjalan karena jalannya menjadi agak ngangkang akibat perlakuan kasar dari Firza pada vagina yang selam ini dijaganya dengan hati-hati. Yang tersisa sekarang hanyalah gazebo tua yang menjadi saksi percintaan mereka berdua yang dibangkunya tercecer noda darah perawan seorang Nuri dan sperma milik Firza. Poker Online 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More